• 1
  • 2
  • 3

Berita

Purek R-I Unesa: Yang Dipalsukan Bukan TOEFL

Prof. Dr Kisyani PR I Unesa

SURABAYA – Kasus pemalsuan Test of English as Foreign Language (TOEFL) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sebagai salah satu syarat wisuda menimbulkan keraguan akan kesesuaian tes TOEFL yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Unesa.
Pembantu Rektor I Unesa, Prof Dr Kisyani Laksono, menepis bahwa yang dipalsukan adalah Test of English as Foreign Language (TOEFL) melainkan Test of English Proficiency (TEP). “Kami ingin meluruskan, yang bermasalah adalah di Unesa adalah TEP bukan TOEFL,” bantah Kisyani dalam keterangan yang diterima okezone, kemarin.

Dia menjelaskan, TEP adalah test yang bersifat lokal saja dan hanya ada di Unesa. Sementara TOEFL, kata Kisyani, berupa merek dagang. Jika dibandingkan dengan TOEFL, TEP berada di bawahnya. Namun demikian, pihaknya merasa prihatin atas kasus tersebut sebab telah mecoreng nama baik Unesa. Sementara untuk wisuda, mahasiswa harus memiliki nilai TEP sebesar 400.

Kisyani juga membantah jika jumlah mahasiswa yang menggunakan TEP palsu itu sebanyak 151 Mahasiswa. “Jumlahnya tidak sampai 150 mahasiswa. Sementara yang wisuda saat itu hampir 700 mahasiswa,” terang wanita berjilbab ini.

Terbongkarnya, sejumlah mahasiswa yang menggunakan TEP palsu ini adalah bentuk konsekuensi lembaga pendidikan yang menggalakkan kejujuran termasuk pembenahan sistem. Bulan depan, seluruh elemen sertifikat TEP akan dilakukan pembenahan untuk mempersempit pemalsuan.

“Akan dilakukan penggantian kertas, stempel serta berbagai dokumen. Sekarang lebih canggih. Insya Allah bulan depan sudah diberlakukan,” kata Kisyani.


Komentar