• 1
  • 2
  • 3

Berita

Unesa Akan Melakukan Investigasi TOEFL Palsu

Unesa Akan Melakukan Investigasi TOEFL Palsu

okezone.com Kasus pemalsuan nilai TOEFL yang dilakukan oleh 151 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), disebabkan karena mahasiswa tidak membaca buku pedoman perkuliahan yang diberikan sejak awal masuk.

Kepala Humas Unesa, Heru Siswanto, mengatakan pihak universitas sebenarnya sudah mengadakan test TOEFL saat mahasiswa pertama kali masuk. Tes di awal masuk itu bertujuan untuk mengetahui skor TOEFL mahasiswa pada saat masuk.

“Skor TOEFL di awal masuk itu sebenarnya sebagai warning, ini lho TOEFL-mu segini,” ujar Heru, Selasa (19/7/2011).

Jika nilai TOEFL tergolong rendah, maka mahasiswa masih mempunyai waktu selama masa studi untuk memperbaiki skor TOEFL tersebut. Rentang waktu tersebut dianggap Heru cukup panjang dan lama. Namun, pada kenyataannya tidak banyak mahasiswa yang memperhatikan hal ini. Hingga akhirnya mereka kerepotan di akhir masa studi ketika mendapati nilai skor TOEFL masih rendah.

“Bagi yang berpikiran instant, mereka pasti terpikat dengan TOEFL palsu itu dengan membayar sejumlah uang,” ujar Heru.

Meski menganggap mahasiswa hanya sebagai korban, pihak Unesa menganggap serius kasus ini. Bahkan mereka melakukan investitigasi atas kasus ini. Namun, Heru mengaku investigasi ini tidak mudah karena melibatkan banyak mahasiswa dari berbagai fakultas.

Setiap kali ditanya dari mana mereka bisa mendapatkan keterangan nilai TOEFL, mereka mengaku dari temannya. “Mengakunya dapat dari teman. Temannya ditanya, ngakunya juga dari temannya lagi,” ujar Heru.

Heru juga belum berani menyimpulkan jika ada oknum orang Pusat Bahasa di Unesa terlibat dalam kasus ini. Menurut Heru, surat keterangan skor TOEFL asli tapi palsu (aspal) itu memakai logo Pusat Bahasa Unesa, namun siapa saja dapat membuatnya dibantu dengan teknologi.

“Sekarang untuk memalsukan tandatangan saja cukup di-scan, diolah sedikit, hasilnya sudah mirip dengan aslinya,” terangnya.

Jika hasil investigasi mengindikasikan ada keterlibatan orang dalam Pusat Bahasa Unesa, rektorat tidak segan-segan memberikan sanksi kepada yang bersangkutan. “Kalau itu yang terjadi sudah menjadi tanggung jawab rektor, karena menyangkut sanksi kepada anak buahnya,” kata Heru menjelaskan.

Berdasarkan rumor yang beredar di lapangan, kasus pemalsuan skor TOEFL ini sudah mencuat sejak dua minggu yang lalu. Saat itu, beberapa mahasiswa mendengar ada oknum yang bisa membuatkan keterangan TOEFL palsu sebagai syarat kelulusan.

Penawar TOEFL aspal itu biasa berkeliaran di sekitar Pusat Bahasa Unesa untuk mencari mahasiswa yang kebingungan dengan skor TOEFL. Untuk membuatkan dokumen tes TOEFL palsu ini, mereka tersebut mematok tarif antara Rp150-300ribu.

Kasus ini terbongkar setelah sejumlah mahasiswa yang mengajukan wisuda pada bulan ini terbukti menggunakan tes TOEFL palsu dengan menggunakan logo Pusat Bahasa Unesa.

Ini merupakan salah satu syarat untuk lulus, di antaranya Indeks Prestasi Komulatif (IPK), bebas pinjaman buku di perpustakaan, dan nilai tes TOEFL itu yang diserahkan kepada Biro Administrasi Kemahasiswaan (BAK). Sejumlah mahasiswa yang melampirkan tes TOEFL itu, BAK kemudian mengonfirmasi apakah benar mahasiswa yang bersangkutan pernah menjalani tes TOEFL di Pusat Bahasa Unesa? Dari situlah kasus pemalsuan tes TOEFL ini pun terbongkar.


Komentar